Luwu, Lintera News — Beda dengan sebelumnya, di Desa To’lemo Kecamatan Lamasi Timur Kabupaten Luwu. Sebelum menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), masyarakat wajib mengikuti vaksinasi setelah itu baru menerima BLT.

Kepala Desa To’lemo, Udding SE mengatakan bahwa sistem seperti ini dilakukan pihaknya, sebab tingkat kesadaran masyarakat masih minim terkait vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), guna menindak lanjuti intruksi Bupati Luwu, berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 073/Satgas- C19/XII/2021
Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Desa To’lemo dalam rangka Percepatan Kekebalan Kelompok, salah satunya adalah pembentukan tim sapu data melakukan Vaksinasi bersamaan dengan Pembagian BLT Dana Desa tahap akhir khususnya bagi peserta penerima BLT harus memperlihatkan kartu Vaksin. ungkapnya kepada awak media ini Minggu 19/12/2021
Vaksinasi ini dilaksanakan oleh Tim Medis Polda SulSel pada tanggal 16 – 17 Desember 2021 bertempat di Kantor Desa dan di Gereja GPIL Dusun Pararra, kita masih melakukan vaksinasi bagi warga yang belum sempat tervaksin dan rencana akan dilaksanakan lagi pada tanggal 27 Desember 2021
“Kita lakukan ini karena tingkat kesadaran masyarakat kita masih minim, nah kebetulan ada penyaluran BLT periode terakhir (bulan november dan desember tahun 2021) akan kita bagikan maka kita lakukan juga sistem vaksin dulu baru terima bantuannya”. tandasnya
Ia menjelaskan bahwa saat ini yang menerima BLT sebanyak 82 Kepala Keluarga (KK) dari Dana Desa sebesar Rp.600.000/KK. Dalam satu keluarga (suami dan istri) wajib di vaksin dulu dan memperlihatkan surat vaksin untuk syarat penerimaan BLT
“Jadi dari jumlah penerima BLT tersebut kita juga menghimbau kepada masyarakat penerima bantuan untuk membawa istrinya atau keluarga mengikuti vaksin sebelum menerima BLT ini, tapi ada juga masyarakat kita memang kesadaran sendiri datang untuk di vaksin namun bukan berarti menenrima BLT”. terang Udding
Lebih lanjut ia jelaskan bahwa kegiatan vaksinasi yang dilakukan ini bukan semata kepada penerima BLT saja, namun seluruh warga Desa To’lemo, artinya sebagian yang sudah menerima vaksin akan memberikan motivasi atau edukasi kepada masyarakat lain bahwa vaksin itu sangat berguna dan tidak sakit.
“Tujuan kita baik untuk meningkatkan kasadaran masyarakat kita mengikuti vaksin, jadi yang sudah di vaksin sekarang ini juga ikut menyampaikan kepada masyarakat lain agar mengikuti vaksin dan vaksin ini tidak berbahaya dan tidak sakit”,
Ia berharap bahwa masyarakat di Desa To’lemo khususnya agar tidak terpengaruh informasi-informasi yang tidak baik dan hoax yang selama ini diberitakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Contohnya masyarakat yang sudah menerima vaksin tidak terjadi apa-apa, artinya baik dan tidak berbahaya. tutupnya
(Adyrman)


