*Pasca Tim Pemkot Palopo Lakukan Pengendalian dan Pengawasan

PALOPO Lintera News — Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kota Palopo terpantau normal, Kamis
5 Februari 2026, sekira pukul 09.00 Wita. Tak nampak lagi antrean panjang seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Adapun usaha Pom Mini (Pertamini) dan botol eceran terpantau sepi karena pengendara lebih memilih SPBU yang terjamin takarannya dan harganya lebih murah jika dibanding dengan BBM eceran.

Mansyur, seorang sopir angkot mengaku senang dengan situasi sekarang ini. “Alhamdulillah, sudah stabil. Saya tak perlu menunggu lama mengisi pertalite. Berbeda sebelumnya terjadi antrean tak wajar karena disinyalir ulah palangsir dan isu lockdown terkait aksi demo pembentukan Provinsi Luwu Raya,” katanya kepada wartawan Online Lintera News, usai mengisi pertalite di SPBU Rampoang, Kota Palopo.

Hal senada diucapkan ojek online, Ardy, yang dulunya antre hingga berjam-jam di SPBU sehingga waktunya mencari rejeki terkuras di SPBU. Berbeda dengan situasi sekarang mobil dan motor sudah tidak membludak, berkurang sehingga tak perlu menunggu lama. “Saya dan pengedara lainnya berharap agar kondisi di SPBU selalu normal,” ungkap.

Seperti diketahui Senin 2 Februari lalu, Pj. Sekretaris Daerah Kota Palopo, Zulkifli, S.T., M.Si., meninjau sejumlah SPBU di Kota Palopo hal ini dalam rangka pengendalian dan pengawasan terhadap penyaluran bahan bakar minyak di wilayah Kota Palopo.

Sekda yang didampingi Kabag. Ops Polres Palopo, Kadis Perdagangan, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis Kominfo dan instansi terkait kemudian menerapkan pembatasan pembelian BBM di SPBU terutama jenis subsidi per kendaraan. Kebijakan ini diambil menyusul maraknya antrean panjang kendaraan di hampir semua SPBU di Kota Palopo yang dipicu oleh pelangsir dan menjamurnya pertamini.

Untuk kebijakan lokal solar subsidi maksimal 60 liter/hari untuk kendaraan pribadi roda 4, sementara pertalite subsidi 35 liter disesuaikan dengan kondisi stok dan tingkat antrean pada Februari tahun 2026 ini. (one)