LUWU UTARA,Lintera News | Manajer SPBU Baloli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, menegaskan bahwa tidak ada praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU yang dipimpinnya. Ia bahkan menyatakan siap menerima sanksi hingga penutupan operasional apabila terbukti terdapat pelangsiran.

“Kami siap disanksi, bahkan siap ditutup jika memang terbukti ada pelangsir di SPBU Baloli,” tegas manajer SPBU Baloli dalam keterangannya melalui aplikasi WhatsApp.

Menurutnya, kendaraan yang terlihat berjejer di depan SPBU merupakan antrean normal untuk melakukan pengisian BBM. Seluruh kendaraan, kata dia, tetap mengikuti prosedur yang berlaku.

“Mobil yang mengantre tetap sesuai aturan. Tidak ada kendaraan yang lolos tanpa barcode, dan setiap kendaraan hanya dilayani satu kali pengisian sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengisian BBM dilakukan menggunakan verifikasi barcode dan sistem Electronic Data Capture (EDC), sehingga setiap transaksi dapat dipantau dan tercatat.

“Semua kendaraan yang melakukan pengisian harus sesuai data, foto, dan EDC. Karena itu kami menjamin tidak ada praktik pelangsiran di SPBU Baloli. Proses pengisian juga bisa dipantau oleh pihak terkait,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya mempersilakan instansi berwenang, termasuk Dinas Perdagangan maupun aparat terkait, untuk melakukan pengawasan secara langsung di lokasi.

“Kami berharap pihak yang berwenang datang mengawasi proses pengisian. Jika memang ditemukan adanya pelangsiran, tidak perlu menunggu lama, silakan berikan sanksi sesuai aturan, bahkan jika harus ditutup,” pungkasnya. (S.Soni)