*Talib: Ekonomi Sudah Sulit, Proposal Sia-sia, Dananya Nol
PENTOJANGAN, PALOPO, LINTERA NEWS — Disaat kondisi ekonominya sulit, seorang warga Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, bernama Talib malah dibohongi oleh pihak Baznas Kota Palopo.
Itu setelah proposal yang disodorkan tahun 2023 lalu ke dalam program bantuan bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palopo dialihkan kepada warga lain tanpa ada konfimasi. Adapun dana rehab rumah yang dijanjikan kepada Talib sebesar Rp17,5 juta.
“Siapa yang tidak kecewa Pak. Sudah 2 kali saya ajukan proposal program bedah rumah. Proposal pertama tahun 2023 dianggap lengkap demikian proposal tahun 2024. Rumah saya juga sudah disurvei dan dianggap layak menerima dana bantuan tapi belakangan saya malah dibohongi. Dana Rp17,5 juta yang harusnya saya terima mendadak diberikan kepada warga kelurahan lain. Kalau memang kami tidak layak menerimanya kenapa tidak sejak dari awal pak. Ini yang bikin kami jengkel,” ketus Talib kepada redaksi Lintera News Kota Palopo, Selasa 2 Juli 2024.
Talib juga mengatakan proposal itu diketahui oleh Lurah Pentojangan yang saat itu dijabat Irwan A.md, (Sekarang Menjabat Sebagai Lurah Pajalesang). Yang aneh menurut Talib, saat datang ke kantor Baznas, pihak Baznas malah menyampaikan bahwa proposal program bedah rumah diganti menjadi program perbaikan rumah.
“Ini aneh pak. Kenapa perbaikan rumah. Saya juga curiga setelah sempat disodorkan uang Rp3,5 juta tapi saya tolak. Kenapa hanya segitu, untuk renovasi rumah mana cukup pak, kemana sisa dananya. Kalau memang dialikan siapa yang warga yang diberikan. Kami jangan dibohongi pak,” ungkapnya. Lanjut Talib, saat ini anak dan istrinya terpaksa numpang di rumah keluarganya. Itu karena rumah yang rencananya akan direhab sudah dibongkar setelah resmi disurvei Baznas.
Menyikapi masalah ini, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Baznas Kota Palopo, Drs. H. Muslimin, M.Si, tidak menampik adanya pengalihan dana senilai Rp17,5 juta sebagaimana yang dipertanyakan oleh Talib.
“Benar, dana Rp17,5 juta sudah dialihkan kepada warga Kelurahan Sumarambu bernama Arba. Alasannya, rumah Arba ketika itu hancur diterjang bencana alam. Terkait dana Rp3,5 juta yang ditolak pak Talib, itu merupakan dana bantuan perbaikan rumah bukan proses bedah rumah. Karena dana Rp3,5 juta ditolak, ya… kami terima lagi, padahal kami sudah sampaikan bahwa dananya akan bertahap dan kami akan bekerja semaksimal mungkin. Masalah ini tentu dapat dijelaskan Ketua Baznas Palopo setelah dari Makassar,” kata Muslimin, via ponselnya. (*)


