LUWU UTARA ,Sabbang Selatan, Lintera News | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan reses masa sidang I Tahun 2025–2026 di Aula Kantor Kecamatan Sabbang Selatan.pada Rabu 22/10/2025.
Sejumlah anggota DPRD hadir dalam kegiatan ini, antara lain Aris, SE, Ketua DPD Partai Golkar dari Dapil V; anggota dari Fraksi PAN Jalisman, SE; Widia, S.Pd., M.Pd. dan Sonda dari Fraksi Demokrat; serta Topel dari Fraksi PDI Perjuangan. Turut hadir juga PJ Kepala Desa Kampung Baru dan PJ Kepala Desa Trapedo Jaya, serta beberapa perwakilan desa lainnya.
Namun, beberapa desa diketahui tidak mengirimkan perwakilan. Hal ini menjadi perhatian anggota DPRD dari Fraksi PAN, yang mempertanyakan alasan ketidakhadiran sejumlah kepala desa tersebut.
Berbagai usulan disampaikan masyarakat melalui kepala desa, ketua BPD, dan kepala dusun yang hadir. Dalam sambutannya,Camat Sabbang Selatan Kaso Yusuf, menegaskan bahwa semua usulan akan dicatat dan ditindaklanjuti. Ia juga mengingatkan agar setiap perwakilan desa tidak hanya hadir, tetapi juga membawa aspirasi konkret dari warganya.
Sesi tanya jawab mengemuka berbagai persoalan riil, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan tani, permintaan alat pertanian, hingga jaringan komunikasi yang belum merata di beberapa dusun seperti Sarembok dan Toledan, yang juga sering terdampak banjir.
Dari Dusun Pompaniki, aspirasi disampaikan agar kelompok tani dan jalan tani lebih diperhatikan. Sementara dari Kampung Baru, warga mempertanyakan pengembangan pendidikan Bahasa Inggris dan rencana pembangunan taman desa.
Hasil reses seperti ini kerap menjadi bahan evaluasi penting bagi pelaksanaan program pemerintah daerah. Misalnya, jika terdapat keluhan soal bantuan sosial yang tidak tepat sasaran atau infrastruktur desa yang terbengkalai, maka DPRD dapat menindaklanjutinya dalam rapat-rapat komisi dan alat kelengkapan dewan.
Reses juga menegaskan bahwa wakil rakyat tidak hanya bekerja di ruang rapat, tetapi hadir di tengah masyarakat. Inilah momen ketika idealisme representasi politik menemukan bentuk nyata: mendengarkan suara rakyat agar kebijakan yang dibuat benar-benar berpijak pada kebutuhan dan harapan mereka.(S.Soni)


