PALOPO, Lintera News — Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Palopo pada Senin, 5 Mei 2025. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional serta untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada para wakil rakyat.
Namun, aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh setelah massa merasa tidak mendapatkan respons yang layak dari Ketua DPRD Kota Palopo.
Menurut keterangan koordinator aksi, sikap Ketua DPRD dinilai arogan dan tidak menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa, sehingga memicu kemarahan demonstran.
Kericuhan pun tak terhindarkan. Terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan yang berjaga. Situasi sempat memanas di halaman gedung dewan sebelum akhirnya aparat berhasil mengendalikan keadaan.

Tidak berhenti di situ, massa PMII melanjutkan orasi dengan membakar ban bekas sebagai bentuk protes simbolik di depan Gedung DPRD. Aksi pembakaran ban tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan menyebabkan kepulan asap hitam pekat yang menutupi area jalan.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (FS)

