PALOPO, Lintera News | Pasca Pertamina Patra Niaga mengeluarkan pernyataan resmi terkait distribusi BBM, keberadaan PT Katana Global Trade kini menjadi sorotan publik.

Perusahaan tersebut diduga masih melakukan aktivitas pengangkutan BBM jenis solar di wilayah Luwu Raya, meski bukan merupakan agen resmi ataupun mitra Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Selama beroperasi, PT Katana Global Trade ini patut diduga kuat telah melakukan praktik BBM Solar Ilegal yang diperoleh dari para penampung gelap di kawasan Luwu Raya.

Berdasarkan pantauan awak media di sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM ilegal di wilayah Kecamatan Wara Selatan, tampak kendaraan transportir milik PT Katana Global Trade ikut terparkir. Kendaraan tersebut terlihat menunggu giliran untuk melakukan pengisian BBM.

Saat dikonfirmasi, sopir kendaraan transportir PT Katana Global Trade mengakui bahwa dirinya sedang menunggu pemilik lokasi penampungan untuk mengisi atau menyedot BBM dari beberapa tandon yang tersimpan di dalam sebuah gardu.

“Saya tunggu yang punya BBM, Pak. Nanti sore tangki mobil diisi, tapi pemiliknya belum datang. Mungkin solar yang dikumpulkan masih kurang,” ujarnya.

Menanggapi temuan tersebut, Kapolres Palopo AKBP Dedi Surya Dharma akan melakukan proses penyelidikan terhadap kendaraan transportir PT Katana Global Trade ,dan jika ada dugaan tindak pidana baru di lakukan proses penyidikan

” Nanti lidik dulu, kan memang cara bertindak reskrim harus lidik, kalau dugaan ada pidana baru disidik” jelas AKBP Dedi Surya Dharma melalui pesan singkat pada Kamis 27/11/2025

AKBP Dedi Surya Dharma menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memfokuskan penyelidikan pada satu perusahaan saja. Seluruh pihak yang terindikasi melakukan aktivitas ilegal akan diproses sesuai prosedur.

“Dan kita gak hanya fokus pada satu perusahaan, mana-mana yang indikasi ilegal akan dilidik” tegas nya (FS)