Luwu Utara,– Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Masjid Nurul Iman Sidomukti digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kec.Bone-Bone,Pada Sabtu Malam 26 Februari 2023 Pukul 19:45 Wita
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri langsung oleh pimpinan pondok pesantren Nurul Mustofa Maros, KH. M. Nur Kholili Al Qosim yang didaulat selaku pemberi hikmah Isra Mi’ra. Juga turut hadir Wakil Bupati Suaib Mansur dan ratusan warga nahdliyin Luwu Utara
Memberikan sedikit sambutan Suaib Mansur mengapresiasi antusiasme Warga Nahdliyin yang ada di Luwu Utara.
“Sebagai bagian dari pemerintah daerah, saya mengapresiasi dan merasa bangga atas ke-aktifan dan antusiasme warga Nahdliyin Luwu Utara dalam menjaga tradisi peringatan isra Mi’raj. Meski tenunya kita juga paham bahwa peringatan isra Mi’raj ini bukan sekedar tradisi bagi kita umat muslim namun juga sebagai momen untuk menguatkan iman dan taqwa kita dengan senantiasa menegakkan sholat dan ibadah kita yang lainnya.,” ungkap SM.
Sesuai dengan tema yang diangkat, SM menyebutkan merajut kebersamaan, memelihara keberagaman menyongsong abad ke-2 NU, adalah tantangan besar.
“Tema isra ini menunjukkan kesiapan kita sebagai warga NU dan juga sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang sejak dulu telah memahami bahwa kita memiliki suku bangsa yang berbeda-beda namun kita satu dalam kebangsaan ini. Alhamdulillah, hingga hari ini meski terkadang kita semua bisa rasakan tantangan untuk tetap mengutamakan kebersamaan dan menerima keberagaman demi menyonsong masa depan yang lebih baik ini berat, namun bisa kita katakan bahwa kita adalah bangsa bersatu. Dan menjaga kebersamaan dan keragaman ini tentunya adalah tantangan yang tidak mudah saat ini dan kedepannya namun saya yakin sikap patriotisme warga Nahdliyin dapat menjawab tantangan itu dengan menerapkan nilai dasar perjuangan NU yaitu nilai moderat yang akan membantu kita untuk senantiasa memelihara kebersamaan, memelihara keberagaman demi menyongsong abad ke 2 NU,” terang Suaib
Menghadiri kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat di akhir pekan menurut SM adalah bentuk undangan silahturahmi sebagai bentuk penghargaan dari warga kepada pemerintah daerah.
“Kehadiran kita di masjid ini selain untuk mendengar hikmah isra Mi’raj, juga adalah untuk menjaga silaturahmi di antara kita. Apa yang kita rasa sekarang yaitu mesranya silaturahmi hubungan persaudaraan di antara kita, kehangatan dari kebersamaan ini sangat terasa dari pertemuan kita. Semoga momentum ini menjadi penguat dan pendorong NU di Luwu Utara untuk bergerak bersama dalam membangun Luwu Utara,” pungkasnya.


