LUWU UTARA.Lintera News | Setiap tahun, pemerintah menganggarkan dana desa (DD) dari APBN untuk mendukung pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di desa-desa. Namun, jembatan di Desa Terpedo Jaya, Dusun Sarembok, yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Sabbang Selatan dan Baebunta Selatan, termasuk Desa Mekarsari Jaya, Sabbang Selatan, dan Buangin Tete Uri, saat ini berada dalam kondisi kritis. Jembatan tersebut, yang terbuat dari bahan kayu kelapa, mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah.

Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran mereka karena jembatan hampir ambruk akibat kayu kelapa yang digunakan telah lapuk. Mereka mengimbau agar pengguna kendaraan roda dua dan empat berhati-hati saat melintasi jembatan ini, untuk menghindari kecelakaan seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut pantauan media di lapangan, jembatan yang dibangun secara swadaya masyarakat dengan menggunakan pohon kelapa telah mengalami kerusakan signifikan. Sebagian jalan juga membutuhkan perawatan dan penimbunan. Meski dalam peta desa jembatan ini terdaftar sebagai bagian dari Desa Trapendo Jaya, perawatan yang diperlukan belum memadai.

Masyarakat berharap agar jembatan ini segera mendapatkan perhatian pemerintah, mengingat fungsinya yang sangat penting sebagai penghubung jalan lingkar Sabbang Selatan. Mereka menegaskan pentingnya perhatian pemerintah untuk mencegah terjadinya korban lebih lanjut. Warga juga menjelaskan bahwa jembatan ini dibangun secara bergotong-royong oleh masyarakat dengan menggunakan pohon kelapa yang mereka minta dari sesama warga.

Penting bagi pemerintah untuk segera menanggapi isu ini untuk memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi di wilayah tersebut.(S.Soni)