LUWU,Lintera News | Bupati Luwu, H. Patahudding memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang dirangkaikan dengan koordinasi pelaksanaan Survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Semester I Tahun 2026 di Lounge Kantor Bupati Luwu, Selasa (14/7/2026).

Dalam laporannya, Kepala Bapenda Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin menyampaikan bahwa hingga 13 Juli 2026 realisasi penerimaan PBB-P2 Semester I mencapai Rp2.836.265.498, ditambah penerimaan piutang PBB-P2 tahun 1995–2025 sebesar Rp1.143.536.339. Dengan target PBB-P2 Tahun 2026 sebesar Rp14.560.000.000, capaian saat ini telah mencapai 27,33%.

“Sisa waktu kita sekitar lima bulan. Kami optimistis target tersebut dapat dicapai, mengingat penyerahan SPPT PBB-P2 Tahun 2026 baru dilakukan pada akhir April lalu,” ujar Sofyan.

Ia berharap para camat dapat mengoptimalkan pengawasan terhadap pemerintah desa dan kelurahan untuk mempercepat penarikan PBB-P2 di wilayah masing-masing.

Sebagai upaya percepatan, Bapenda juga melibatkan seluruh pegawainya untuk mendampingi setiap desa dan kelurahan dalam proses penagihan pajak. Selain itu, untuk meningkatkan transparansi dan mencegah penyelewengan, masyarakat kini dapat memantau secara real-time status pembayaran PBB-P2 melalui aplikasi e-Luwu Bangkit yang tersedia di perangkat Android dan iOS maupun melalui laman web resmi Bapenda.

Sementara itu, Bupati Luwu H. Patahudding menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan PBB-P2 menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pembangunan daerah, terlebih Kabupaten Luwu saat ini terus berkembang sebagai daerah tujuan investasi.

“Kabupaten Luwu menjadi tujuan investasi. Saya harap para camat dapat mengedukasi pemerintah desa dan kelurahan agar masyarakat segera mendaftarkan tanahnya sehingga memiliki alas hak. Tolong dipercepat proses pendaftarannya, karena saat ini lahan produktif yang sudah terdaftar baru sekitar 32 persen. Dengan bertambahnya lahan yang terdaftar, secara otomatis potensi penerimaan pajak juga akan meningkat,” tegas Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh camat untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan agar target penerimaan PBB-P2 Tahun 2026 dapat tercapai sekaligus mendukung peningkatan kinerja elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui pelaksanaan Survei IETPD Semester I Tahun 2026.

Turut hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Jumardin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahyar Kasim, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Erham Lanco, Inspektur Daerah Masling, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Luwu Sofyan Thamrin, serta para camat se-Kabupaten Luwu.(*/FS)