MASAMBA,Lintera News | Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar orientasi bagi panitia pemilihan kepala desa dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lagaligo, Kabupaten Luwu Utara, Senin, 31 Agustus 2026.

Orientasi ini dihadiri oleh Bupati Luwu Utara, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Utara, serta para ketua dan sekretaris panitia Pilkades tingkat kecamatan.

Pada tahun 2026, Kabupaten Luwu Utara akan melaksanakan pesta demokrasi di tingkat desa pada 41 desa yang mengikuti Pilkades serentak. Kegiatan orientasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan seluruh panitia agar mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Utara menekankan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian seluruh panitia. Pertama, mengoptimalkan peran kecamatan dalam mengawal seluruh tahapan Pilkades. Kecamatan diharapkan mampu memberikan pendampingan, pembinaan, serta memastikan pelaksanaan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kedua, panitia dituntut memiliki kecerdasan, kecermatan, serta sikap selektif dalam menjalankan tugas. Menurutnya, panitia memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh proses Pilkades berlangsung secara adil dan berintegritas.

“Panitia harus bekerja dengan cermat, teliti, dan berpegang teguh pada aturan. Setiap keputusan harus diambil secara objektif serta dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Bupati.

Ketiga, Bupati menginstruksikan agar seluruh panitia melakukan manajemen data secara akurat. Data pemilih, calon kepala desa, serta berbagai dokumen administrasi lainnya harus dikelola secara tertib, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mencegah terjadinya kesalahan pada setiap tahapan pelaksanaan Pilkades.

Bupati juga menegaskan bahwa Pilkades merupakan pesta demokrasi milik masyarakat desa. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat menjaga suasana tetap aman, tertib, damai, dan kondusif.

“Pesta demokrasi ini adalah milik rakyat di desa. Tugas kita bersama adalah memastikan seluruh prosesnya berlangsung dengan baik, mulai dari tahapan persiapan hingga penetapan hasil,” tegasnya.

Ia mengajak panitia, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi dengan dewasa tanpa mengganggu persaudaraan dan persatuan masyarakat.

Melalui kegiatan orientasi ini, diharapkan seluruh panitia memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas, kewenangan, mekanisme, dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2026.

“Dengan kerja sama, integritas, dan komitmen bersama, kita optimistis Pilkades serentak di Kabupaten Luwu Utara dapat terlaksana secara demokratis, aman, lancar, dan menghasilkan pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat,” tutup Bupati.(S.Soni)