LUWU,Lintera News | Pemerintah bersama masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi yang terhubung dengan Bendung Suplesi Radda, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengatasi kekeringan lahan persawahan akibat tersumbatnya saluran air dan musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Kerja bakti melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, serta masyarakat dari sejumlah desa yang memanfaatkan aliran air dari Bendung Suplesi Radda, Jumat 28/08/2026
Secara gotong royong, peserta membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah, lumpur, dan material lain yang menghambat aliran air.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu, Camat Belopa, Danramil Belopa,Lurah Tampumia Radda, Lurah Senga, penyuluh pertanian, Kepala Desa Kasiwiang Syamsu Rijal bersama perangkat desa, serta masyarakat.
Kegiatan pembersihan tersebut diharapkan dapat mengembalikan kelancaran aliran air sehingga dampak kekeringan pada lahan persawahan di Kecamatan Belopa dan Kecamatan Suli dapat diminimalisir.
Selain mengatasi persoalan saluran air, kerja bakti menjadi momentum memperkuat gotong royong dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Unsur Forkopimcam juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air.
Kesadaran bersama dinilai penting agar tidak terjadi lagi penumpukan sampah yang dapat menyumbat saluran irigasi dan menghambat distribusi air ke lahan persawahan.
Kepala Desa Kasiwiang, Syamsu Rijal, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Bupati Luwu yang telah memerintahkan langsung Dinas PUTR Kabupaten Luwu untuk membangun bendung sementara setelah sungai jebol akibat banjir bandang pada 2024 lalu.
“Alhamdulillah Air sudah mulai masuk kembali melalui pintu Air bendung suplesi Radda dan semoga ini bisa tetap lancar dan masyarakat padi masyarakat bisa kembali terselamatkan,” ujarnya.
Syamsu Rijal juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas PUTR Kabupaten Luwu yang menurunkan satu alat berat untuk membantu membersihkan material yang menumpuk di saluran irigasi yang dapat dilalui alat berat.
Langkah tersebut diharapkan membantu mempercepat normalisasi saluran sehingga pasokan air ke area persawahan di dua kecamatan kembali lancar dan dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.(*/FS)


