PALOPO,Lintera News | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada Senin (1/6) di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Palopo.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti oleh pejabat struktural, seluruh pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo bertindak sebagai Inspektur Upacara. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat nasionalisme yang tercermin dari kedisiplinan seluruh peserta selama mengikuti rangkaian upacara.
Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pembacaan doa, hingga penutupan kegiatan.
Dalam amanat yang dibacakannya, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
“Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ini, saya mengajak seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Palopo untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, serta terus menjaga persatuan, toleransi, gotong royong, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Jose Quelo, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Lapas Kelas IIA Palopo berharap seluruh pegawai dan warga binaan dapat semakin memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, harmonis, dan kondusif.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh khidmat hingga seluruh rangkaian upacara selesai dilaksanakan.(*)

