LUWU .Linteranews.com ] Guru merupakan panutan sebagai mesin dalam menciptakan para pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan di masa kini dan masa depan

Guru dalam memberikan pendidikan kepada siswa-siswi nya harus lebih mengedepan sifat orang tua tanpa harus menyampingkan kedisiplinan ilmu yang dimilikinya

Seperti yang terlihat di SD 100 Singgasari yang dimana dalam mendidik siswanya salah satu guru ini menganggap siswa – siswinya sebagai anak nya sendiri

Sosok guru yang satu ini ,merupakan idaman dari para murid-muridnya dia adalah Yaswin,Spd merupakan guru olahraga di SDN 100 Singgasari yang memiliki kepribadian meskipun tegas dirinya pun terlihat santun dan humoris

Jiwa pendidik dari maha guru Ki Hajar Dewantara terlihat tertanam di dalam jiwa nya ,bukannya memberikan hukuman karena rambut siswanya panjang ,malah Yaswin Spd beralih profesi sebagai tukang cukur dan satu persatu Siswanya di cukurnya dengan rapi

Kepada awak media ini Orang Tua,Wali Siswa ,Fredi mengucapkan banyak terimakasih kepada Yaswin,Spd yang telah memberikan bimbingan kepada anaknya untuk menjadi anak yang cerdas dan berprestasi khususnya di bidang olahraga

“Terimakasih banyak karena telah memberikan bimbingan kepada anaknya untuk menjadi anak yang cerdas dan berprestasi khususnya di bidang olahraga ” Ungkap Fredi

Dirinya menambahkan bahwa Guru Olahraga ,Yaswin,Spd ini adalah sosok yang tegas namun ternyata baik,santun dan humoris,momen tersebut terlihat pada saat dirinya peduli terhadap siswanya yang dimana dirinya beralih profesi sebagai tukang cukur untuk merapikan rambut siswanya yang terlihat panjang

” Bukannya di hukum malah rambut anak kami di cukurnya dengan rapi ” Tambahnya