Wawancara Akhir Tahun, Direktur Operasional Ungkap Fenomena Klasik Yang di Alami PAM TM Palopo

Headline News396 Dilihat

Palopo Lintera News -–Sepanjang tahun 2020 bahkan beberapa tahun lalu keluhan pelanggan Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Mangkaluku (TM) Palopo adalah kerapnya aliran air kerumah warga tersendat, dan juga pembayaran yang kadang meningkat drastis.

Direktur Operasional PAM Tirta Mangkaluku, Hamid SN.,ST, M.Si yang di temui dikantornya dua hari lalu Rabu 30/12/2020, dalam wawancara akhir tahun 2020 mengatakan, bahwa ada beberapa fenomena klasik yang selama ini dialami oleh pihaknya, salah satunya kondisi alam.

” Fenomena yang ada di tahun 2020 saat ini, sama dengan di tahun sebelumnya 2018 dan 2019, karena sumber air baku kita, hanya ada lima sungai, Sungai Mangkaluku yang bangunannya masih eks Belanda, Latuppa, Sungai Magandang yang di Perumnas, Bambalu di Battang, terakhir di Batu papan, dan sekarang sudah ada tambahan dari Sungai Tombang yang berada di Kelurahan Sumarambu dan Padang Lambe,” kata Hamid Direktur Operasional PAM Tirta Mangkaluku.

Untuk kendala yang ada, Direktur Operasional PAM Tirta Mangkaluku menyebutkan, jika musim penghujan air baku menjadi keruh dan kadang berlumpur hingga kadarnya mencapai 15 ribu Nephelometric Turbidity Unit (NTU).

Kalau musim hujan air keruh, syukur-syukur kalau hanya keruh, tapi juga berlumpur hingga kadarnya mencapai 15 ribu NTU, jika potensi itu dicapai maka semua instalasi kita of kan. Cuma bagusnya kondisi seperti ini tidak terjadi secara bersamaan, andaikan itu bersamaan maka yakin pelanggan disana sini akan berteriak, nah inilah fenomena setiap tahun yang kita alami,” ujar Hamid

Menurut Hamid, itulah yang menjadi kendala, sehingga kadang aliran air ke rumah pelanggang tersendat.

“Kendalanya ada tiga, pertama, itu tadi air berlumpur, karena dengan kondisi itu, kita harus berhati-hati dalam mengolahnya, kemudian listrik apabila terjadi pemadaman, karena ada beberapa sumber daya kita menggunakan tenaga listrik, kemudian yang ke tiga adanya pipa instalasi yang bocor, namun ini tidak memakan waktu lama untuk memperbaikinya,” ungkapnya.

Hamid juga menjelaskan, jika aliran listrik padam dan air yang tersendat jauh berbeda, sebab, jika listrik di kembali di ON kan langsung menyala, beda dengan aliran air butuh waktu pengisian kembali.

Jika dibandingkan, antara Listrik yang padam dan tersendatnya aliran air jauh beda. Ketika Listrik di ON kan, maka aliran dirumah pelanggan langsung nyala, namun kalau aliran air butuh waktu, sebab semua instalasi pipa harus terisi dulu dan itu butuh waktu untuk berproses,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, pihak PAM Tirta Mangkaluku mengatakan telah menyusun program dan telah diajukan kepada pemerintah melalui Balai Besar perpajangan dari PUPR Pusat untuk membuat DAM, agar pelanggan dapat terlayana secara prima.

“ Upaya teknis dari kendala yang ada, kita sudah ajukan program pembuatan DAM, yang nantinya berfungsi sebagai tempat penyaringan lumpur, dan menjadi tempat cadangan air ketika musim kemarau, bahkan itu juga nantinya bisa menjadi salah satu sumber PAD pemerintah,ketika dikelolah menjadi tempat wisata, dan itu sudah kita ajukan sekira delapan tahun lalu, namun sampai hari ini belum terealisasi, kemudian titik sumber air kita yang sudah rusak, dapat segera kembali membaik,” jelas Hamid.

Selain itu, Hamid juga mengatakan, apabila bukit Si Guntu yang ada di Kelurahan Latuppa benar akan digarap, akan berdampak besar bagi kelangsungan sumber mata air.

Sangat berdampak, apabila Bukit Siguntu di Garap, saya tau persis kondisi yang ada disana, bahkan saya juga terlibat dalam salah satu tim,” ucap Hamid.

Adapun keluhan pelanggan yang biasa mengalami peningkatan pembayaran, Hamid menjelaskan ada beberapa faktor.

“ Contoh, misalnya stop kran air dibuka dan tidak mengalir, yang kadang pelanggan lupa menutup kembali, kemudian ada kebocoran pipa instalasi setelah meteran yang ada di bawah lantai. Untuk perhitungan meteran, saat ini, petugas kami menggunakan sistem foto, jadi setiap meteran pelanggan itu di foto, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi kesalahan pembacaan meteran,” terangnya.

“ Untuk sistem pengaduan kita sudah ada kontak layanan khusus pengaduan, bahkan di beberapa medsos kita juga aktif menyampaikan ketika ada gangguan layanan. Jadi ketika ada gangguan silahkan menghubungi layanan pengaduan yang telah disediakan, Insya Allah petugas kami akan datang ketempat pelanggan,” pungkasnya.

Liputan : F.Suade